Om Gemblung Idea

ide2/ pemikiran yang gemblung tapi logis

ada apa dengan KPK? komisi penangkep koruptor?

Posted by omgemblung on 14 January 2009

Om gemblung banyak mengamati perkembangan KPK yang sesuai dengan kedudukannya sebenarnya adalah “superbody” yakni memiliki kewenangan yang luar biasa dalam pelaksanaan tugasnya plus anggaran yang gedhe pula, yang diharapkan mampu mengurangi jumlah korupsi di negara kita yang selalu menjadi juara korupsi.

namun dalam perkembangannya, KPK malah menjadi alat bagi pemegang kekuasaan alias pemerintah padahal seharusnya KPK adalah lembaga yang independent. mengapa om gemblung berani bilang kalo KPK adalah alat bagi penguasa/ pemerintah?

ini analisanya:

1. Anggota KPK dipilih oleh DPR, yang tentu saja akan mencari figur2 yang bisa diajak “kerjasama” sehingga tentu saja KPK akan selalu mental jika berhubungan dengan para pemilihnya (anggota DPR), contoh kasus: kasus suap BI ke DPR yang melibatkan hamka zamdu dkk, kasus suap Miranda Goeltom kepada anggota DPR, dll (tolong tambahi kalo inget…)

2. KPK adalah Komisi pemberantasan korupsi bukan komisi penangkep koruptor!, ini keliatannya sama tapi sebenarnya sangat berbeda, tugas nangkep koruptor harusnya menjadi tugas pihak lain seperti kejaksaan/kepolisian, tugas KPK adalah menjaga agar korupsi tidak terjadi (fungsi preventif) atau kalo tidak percaya ama kepolisian/kejaksaan maka KPK bisa betindak sebagai supervisi, jangan nangkep sendiri

Om liat sebenarnya emang masyarakat lebih suka kalo yang nangani korupsi adalah KPK cuman perlu diinget bahwa SDM KPK sangat kecil kalo dibandingkan kepolisian/kejaksaan apalagi KPK cuman ada di jakarta (didaerah udah ada belom ya?). jadi menurut pandangan Om , KPK terlalu berkonsentrasi ke bidang penangkapan koruptor daripada pemberantasan korupsi secara menyeluruh

Apalagi yang ditangani KPK adalah korupsi “kecil2-an” en cenderung hanyalah menangkap/ memenjarakan orang2 yang lemah/ tidak ada pendukung politiknya, contohnya hamka yamdu/ anthoni zeidra abidin dihukum hanya 3 th penjara (kayak maling ayam aja) padahal nyuri uang negara 31 M, mereka cuman nerima uang antara 300-500 juta,penerima uang yang laen??? konseptor/penyusun skenario???, M.s Kaban en paskah suzeta (menterinya SBY)???, bekas gubernur BI dihukum 5 Th padahal gak nerima apa2 karena cuman teken, sementara besan SBY yang berperan sebagai konseptor/pelaksana, baru dinyatakan sebagai tersangka setelah rame opini publik, itupun om yakin hanya sebagai alat jualan politik untuk membuktikan bahwa SBY betul2 anti koruptor (dan ini langsung disusul dengan Iklan2 di TV en media masa) yang sangat mungkin akan dibebaskan karena sidangnya mungkin akan diulur2 hingga pemilu selese dulu

Kenapa Om yakin kalo KPK hanya alat politik juga dengan argumentasi bahwa pemerintah yang sekarang sangat membutuhkan hasil yang instant atas pemberantasan korupsi jadi cara yang tercepat adalah tangkepi dulu koruptor2 kelas teri yang gampang dihukum biar keliatan bahwa KPK berhasil, ini juga dapat diliat dari iklan2 sby/pemerintah yang menganggap bahwa hasil KPK adalah hasil dari pemerintah, apa kata dunia??? lha KPK itu kan bukan bagian dari pemerintah?

KPK sendiri tampaknya juga keasyikan nangkepin koruptor kelas teri, ato malah lagi sibuk “milih” siapa yang akan diselidiki/diperiksa sehingga tugasnya sebagai lembaga pemberantasan korupsi malah terlupakan, sehingga bagi koruptor yang tertangkap mereka merasa hanya lagi “sial”, sementara kegiatan korupsi sendiri tidak menurun/ bisa dikatakan makin gila karena tidak adanya fungsi preventif yang seharusnya dijalankan oleh KPK.

en yang terakhir menurut Om gemblung anggota2 KPK yang dipilih untuk periode ini betul2 parah, dengan masa lalu yang gak jelas (malah bisa dikatakan hitam), serta tanpa prestasi2 yang bisa diandalkan sementara orang2 yang “untouchable” malah disingkirkan karena dianggap tidak bisa bekerjasama dengan DPR

Saran Om Gemblung:

1. KPK harus mulai menyusun grand design atas pemerintahan sehingga fungsi pengawasan serta pencegahan korupsi bisa dapat dijalankan, misalnya bekerjasama dengan menteri pendayagunaan aparatur negara dalam pengawasan PNS, bekerjasama dengan menteri keuangan dalam penyusunan anggaran (APBN/APBD), menaruh orang2nya yang “untouchable” pada tiap2 mata rantai pengeluaran APBN/APBD

2. Tetap nangkep koruptor, serta menyadap/ mengawasi tersangka2 koruptor tapi jangan yang kelas teri, KPK emang harus tebang pilih tapi jangan milih pohon/ranting yang kecil sementara yang kakap malah dicuekin, takut ya???

3. seharusnya masyarakat bisa menyuarakan pilihannya untuk anggota2 superbody ini, bisa dibayangkan dengan kekuasaan sebesar itu diemban oleh orang2 yang “tidak jelas”

itu aja pendapat om yang selalu gemblung ini

Posted in Goverment, hukum | 6 Comments »

Jangan pernah punya kartu kredit

Posted by omgemblung on 10 January 2009

Om gemblung amati sekarang ini surat pembaca di majalah2/ surat-kabar2 isinya pasti keluhan masyarakat tentang kartu kredit, baik cara penghitungan bunga, penagihan yang kasar, penipuan dll. Menurut om emang ini diakibatkan karena pemahaman masyarakat yang rendah mengenai sistem kartu kredit serta kesengajaan dari pihak penerbit kartu kredit dalam memberikan penjelasan mengenai kartu kredit mereka

Kartu kredit merupakan sistem pembayaran yang diberikan kepada mereka yang mempunyai “kredit”/ kepercayaan, Om gemblung inget dulu waktu di jaman 90-an seseorang yang mo bikin KK harus punya tabungan serta referensi yang menyakinkan tapi rupanya jaman sekarang udah berubah gara2 globalisasi, begitu jaman krisis malah bank2/penerbit KK jor-jor-an memberikan KK tanpa memandang lagi nilai “kredit” dari pemegangnya.

Menurut Om emang hal ini suatu strategy yang “gila” serta bertujuan jahat, kenapa:

1. Kredit yang paling likuid adalah kredit retail, artinya kredit yang diberikan kepada perseorangan, karena lebih mudah menagihnya , tentu saja karena ini berkaitan dengan nama orang tsb, lain halnya dengan kredit corporat/perusahaan, jika perusahaan bangkrut ya udah selese karena sesuai dengan namanya yaitu PT (perseroaan terbatas, maka tanggung jawab cuman terbatas pada saham yang dimiliki, bukan ke perorangan yang memiliki saham tsb) lain dengan perseorangan yang tetep bisa ditagih bahkan keluarganya bisa diteror jika yang bersangkutan telah meninggal

2. Pemberian kredit kepada setiap orang tanpa melihat nilai “kredit” mereka sama aja seperti lintah darat yang menghisap darah para korbannya sampe kering, kenapa? karena dengan begitu memberikan hutang secara cepat kepada orang yang sangat membutuhkan uang. kepada mereka yang ditawari kartu kredit para salesnya selalu bilang, gak perlu dilunasi semuanya dulu, bayar aja 2 % sisanya dicicil tanpa memberikan cara menghitung bunga yang sebenarnya sangat mencekik leher

3. Kartu kredit sebenarnya adalah cara mempermudah transaksi yang sangat menguntungkan pihak pembeli/penjual, namun sekarang tujuannya adalah untuk membuat orang jadi gila belanja, kita liat aja sendiri kalo dipusat2 perbelanjaan semuanya menawarkan pembayaran mencicil pake kartu kredit, semua bisa dicicil bahkan yang lebih gila tanpa bunga/ ada yang kalo membayar pake kartu kredit lebih murah dibandingkan dengan cash, ada apa dengan keadaan ini???

Om gemblung mengamati emang ini adalah strategy yang jahat karena masyarakat “dipaksa” untuk berbelanja tanpa mereka tahu kalo mereka dipaksa, lihat TV plasma 45 inci dengan mencicil selama 12 bulan seharga  1 juta misalnya dianggapnya murah dibandingkan beli TV 21 inch secara cash seharga 1.5 juta sehingga mereka tergoda untuk beli. Makan direstoran untuk 3 orang cuman bayar 2 orang jika pake KK, sehingga mereka berlomba2 makan direstoran karena mereka merasa diuntungkan tanpa melihat harga direstoran

Lihat aja brosur2 yang disertakan dengan tagihan KK, isinya pasti ajakan belanja dengan diskon jika pake KK, pokoknya masyarakat dipaksa untuk belanja tanpa menyadari mereka telah masuk dalam jeratan utang, toh cuman bayar 2 % dulu

Om pernah ngobrol dengan orang2 yang bergelut dibidang KK, kata mereka  keuntungan kartu kredit adalah bunga atas keterlambatan pembayaran jadi mereka sangat mengharapkan kalo orang gak full bayar tagihan KK-nya biar ada bunganya, penghitungan bungapun otomatic make komputer yang akan menghitung bunga tanpa ampun, yang kita sendiri gak bakal tahu gimana cara penghitungannya

jadi om gemblung bisa memahami kenapa sekarang bikin KK gampang banget, cukup pake KTP!!!, karena pihak penerbit KK tahu bahwa dengan mudahnya bikin KK maka sebagian besar masyarakat yang sebenarnya gak punya nilai “kredit” akan dapaet memiliki KK dengan kemungkinan pembayaran tagihan yang pasti mencicil dengan begitu pasti ada bunga

Plus tawaran diskon serta sistem pencicilan nyang sangat mudah pasti membikin sebagian besar masyarakat kita tergiur untuk membelanjakan KKnya tanpa mempertimbangkan kemampuan finansialnya

Om yakin KK adalah sistem pembayaran yang emang diciptakan oleh setan (yahudi) yang akan menjerumuskan pemakainya ke dalam jurang yang tidak ada dasarnya. kita liat aja bahwa nanti KK akan dijadikan sebagai satu2nya alat pembayaran sehingga tidak ada lagi pembayaran cash seperti yang terjadi di negara2 maju, lihat aja amerika hancur gara2 apa? sistem kredit

apalagi dengan sekarang adanya KTA (kredit tanpa agunan) dan adanya lembaga2 keuangan yang menyediakan kredit komsumsi secara instant (1 jam selese), ini tidak ada bedanya dengan KK

Om gemblung juga dulu punya KK tapi udah om tutup, on cuman ngandalin pake kartu debit jadi kalo gak ada duit ya gak bisa belanja, walopun ada barang yang ditawarkan dengan diskon 99% pun. Om juga menyadari bahwa sekarang agak kesulitan jika kita gak punya KK, tapi emang ini seperti dugaan Om kalo ini adalah “grand strategy” dari setan dunia(yahudi) untuk menjerat semua manusia disunia ini agar masuk ke perangkapnya

so kalo anda sekalian punya kartu kredit Om saranin agar gunting aja tuh KK!

NB: bagi yang suka nonton serial TV “Boston legal”, ada salah satu episode yang menyebutkan kalo KK itu emang perangkap/jebakan.

Posted in finansial | 12 Comments »

Bedah kasus: Siapa yang membunuh munir?

Posted by omgemblung on 2 January 2009

Om gemblung mengikuti arus pemberitaan tentang pembunuhan munir, dan sampai saat ini masih belum tahu siapa pembunuh munir tapi herannya koq yang dihukum atas pembunuhan tersebut udah ada?

polycarpus dihukum 20 tahun/ seumur hidup (om lupa) atas pembunuhan tersebut, dia didakwa membunuh munir di singapura dengan cara diracun, disini aja udah keliatan meragukan karena lokasi pembunuhan saja dikira2, saat peracunan juga sami mawon semua tidak ada saksi karena saksi semua menarik kembali berita acara hasil pemeriksaan karena mereka merasa saat pembuatan berita acara tersebut ditekan oleh kepolisian, jadi kesimpulan hakim bahwa polycarpus membunuh munir sama sekali tidak didukung bukti maupun saksi, so kenapa masih ngotot menghukum???

bukankan azaz praduga tidak bersalah harus diterapkan, kalo istilah di film2 hukum yaitu reasonable doubt, maka polycarpus tidak bisa dihukum kalo masih ada celah/ keragu-raguan yang tidak bisa dibuktikan oleh jaksa/hakim. dalam kasus ini reasonable doubt sangat keliatan sekali karena hakim/jaksa sama sekali tidak mampu  menjelaskan apa alasan poly membunuh, dengan cara apa, dimana, siapa saksinya???

om gemblung tidak tahu apakah pemeo ini masih berlaku ato tidak yaitu “lebih baik melepaskan seribu orang bersalah daripada memenjarakan satu orang yang tidak bersalah” artinya kalo ada keraguan atas suatu kasus seharusnya hakim juga menanyakan ke hati nurani, beranikah dia menjawab pertanyaan Allah diakhirat kelak?  kenapa kau berlaku zalim atas hamba-KU?

Sebenarnya poly kan sudah dibebaskan oleh MA, tapi tidak tahu kenapa dihukum lagi karena jaksa kasasi, lha mA kan majelis tertinggi kalo masih bisa banding trus banding sama siapa? rupanya MA memang tidak malu untuk menjilat ludah mereka sendiri karena mereka mengkoreksi vonis yang sudah dijatuhkan. lha kapan selesenya hal ini? nanti poly pasti juga akan minta banding lagi,trus jaksa balas juga minta banding???

trus berita kemaren, muhdi PR bebas , ini adalah (menurut skenario jaksa) pemberi perintah supaya poly membunuh munir, tapi dipersidangan jaksa tidak bisa membuktikan kalo muhdi PR adalah dalang dari pembunuhan munir sehingga hakim membebaskannya.  Lha logikanya kan siapa yang nyuruh munir dibunuh?, mosok si polycarpus ngebunuh munir tanpa alasan? jangan 2 nanti jaksa bilang poly ngebunuh munir gara2 pernah senggolan di jalan? ato istrinya selingkuh ama munir? ato apa???

Kalo jaksa/hakim tidak bisa menentukan motif pembunuhan munir atas dasar apa poly dihukum?

kembali lagi kisah kelam hukum diindonesia, banyak sekali kasus orang yang tidak bersalah yang dihukum karena polisi tidak bisa menemukan pelakunya maka mereka (polisi) akan mencari siapa saja sebagai kambing hitamnya

bagaimana mereka menjawab pertanyaan Allah nanti di alam akhirat???

NB: om gemblung tidak memihak siapa saja, cuma om berpihak kepada keadilan, om yakin siapapun pembunuhnya mungkin bisa lolos dari hukum dunia tapi tidak akan mampu lolos dari hukum akhirat

Posted in hukum | 1 Comment »

Mengapa sebaiknya anak dilarang nonton TV?

Posted by omgemblung on 26 December 2008

Om gemblung juga punya keluarga, so pasti urusan pendidikan anak mungkin bagi om adalah nomor satu, menurt om sebaiknya anak dilarang nonton TV, kenapa

Alasan 1: TV adalah kegiatan bisnis, artinya bagi mereka keuntungan yang sebesar2nya adalah tujuan yang paling penting (kalo gak mau disebut  tujuan satu2nya), jadi mereka selalu menanyangkan acara2 yang menyedot penonton yang paling banyak tanpa memikirkan siapa pemirsanya, jadi bisa dibayangkan kualitas dari acara2 tersebut. Om ingat jaman dulu waktu kecil yang ada hanya TVRI tapi om merasa bahwa acara2 di TVRI (walopun disensor) merupakan pilihan yang tepat, misalnya sore ada acara anak2, trus cerdas tangkas, terus acara lagu anak2, baru setelah jam sembilan ada film2 bioskop, kalo sekarang??? anda bisa tahu sendiri acara apa yang ditonton anak anda

Alasan 2: TV merupakan media satu arah, artinya dengan audio en video, anak cukup nonton dan diem, otaknya sama sekali tidak berfikir, coba bandingkan dengan membaca , kita membaca huruf2 di buku tapi otak kita otomatis akan membayangkan isi dari buku tersebut artinya ada proses dua arah disini

Om lebih menyukai kalo anak om gemblung (moga2 gak gemblung kayak bapaknya) baca buku ato maen games, koq maen games bukannya bikin anak jadi males belajar? emang ada efeknya tapi kita sebagai orang tua yang nanti akan mengendalikannya, trus kenapa video games? kalo kita perhatiin games itu sebenarnya adalah puzzle artinya hal ini akan membikin anak untuk mencoba menyelesaikannya en itu akan berarti bahwa otak kita dipaksa untuk bekerja, contoh game petualangan, ini penuh berisi petunjuk2 kemana kita harus melangkah, trus gimana cara kita ngalahin musuh, trus proses try and error gimana kalo pake cara ini,cara itu, dll. itu juga memancing rasa kreatifitas en rasa ingin tahu dari anak yang akan membuat nanti di masa depan berguna dalam bertahan hidup didunia nyata

Belum lagi banyak sekali games2 yang bersifat pendidikan, coba anda cari ditoko2 games, anda akan heran dengan banyaknya jenis games seprti itu

Alasan 3: TV bikin anak gemuk en anti sosial, ya gimana gak gemuk kalo duduk, diem, sambil ngemil, emang anak gemuk keliatan lucu pas lagi kecil tapi itu adalah bom waktu

so ibu2 en bapak2 ato om2/tante2 yang punya anak/keponakan kalo bisa larang anak nonton TV!

Posted in anak | 38 Comments »

Mengapa politisi indonesia di jaman reformasi ini cenderung lebih gila-2-an korupsi

Posted by omgemblung on 25 December 2008

Om gemblung mengamati bahwa sekarang ini banyak sekali politisi seperti anggota DPR, menteri2 serta bupati/ kepala daerah yang tertangkap baik oleh kejaksaan ato KPK karena melakukan korupsi.  kenapa om bilang kalo menteri2 serta bupati/ kepala daerah merupakan politisi bukan merupakan bagian pemerintah karena di jaman reformasi ini kepala daerah seperti gubernur/walikota/bupati merupakan pilihan rakyat tapi lewat jalur partai, begitu juga sebagian besar menteri merupakan anggota partai .

Alasan 1: Tidak ada jalur komando yang jelas antara Presiden dengan para menteri yang notabene merupakan pembantunya kecuali hanyalah kesepakatan politis antara presiden dengan partai pendukungnya, hal ini menyebabkan sering sekali terjadi benturan kepentingan antara presiden dengan pembantunya (menteri) karena menteri2 tersebut lebih mementingkan kepentingan partainya

Alasan 2 : Bupati/kepala daerah bukan merupakan perpanjangan tangan dari pemerintah pusat(presiden) , hal ini dikarenakan mereka dipilih secara langsung oleh rakyat sehingga mereka (mungkin) merasa bahwa mereka adalah raja/ presiden di wilayah mereka dan bukan bawahan dari presiden, hal ini bisa dilihat dari peraturan2 daerah sama sekali tidak memperhatikan petunjuk / arahan dari presiden yang penting gimana caranya mereka bisa memperoleh keuntungan yang sebesar2-nya (ada beberapa berita yang mengabarkan kalo kepala daerah ada yang tidak mematuhi undangan presiden/ tidur pada saat pertemuan dengan presiden)

Alasan 3: adanya pembatasan masa jabatan hanya dua periode

Pembatasan jabatan sebenarnya bertujuan untuk membatasi seseorang menjadi tyran/ diktator tapi ada beberapa kelemahannya yaitu antara lain membuat orang berfikir bahwa karena masa berkuasanya pendek sehingga dia berusaha dengan segala cara agar dapat mengeruk keuntungan secepat2-nya dalam jangka waktu pendek tersebut

Serta dengan jangka waktu pendek tersebut pejabat tersebut tidak bisa merencanakan sesuatu yang bersifat jangka panjang, sehingga dia lebih memprioritaskan sesuatu yang berjangka waktu pendek misalnya dibawah lima tahun, contoh adalah pembangunan infrastruktur yang panjang seperti bikin jalan tol, bikin mass rapid transport untuk dijakarta, daripada bikin jalur kereta bawah tanah/ monorail yang berjangka panjang pemda dki lebih suka bikin bussway yang membikin jakarta jadi lebih macet (sekarang begitu ganti gubernur malah mandeg perkembangannya)

Itulah beberapa alasan yang menurut om gemblung membikin politisi sekarang lebih gila2-an korupsi daripada dijaman dulu (jaman dimana pemerintah begitu kokoh sehingga mampu membikin repelita/ rencana pembangunan lima tahun sampai 30-an tahun, sekarang kan boro2 lima tahun  bertahan, bisa2 baru 1 tahun udah diturunkan) walopun iklim transparansi serta keterbukaan informasi juga membuat meningkatnya kasus korupsi terungkap

Posted in Goverment | 9 Comments »

Mengapa orang tidak suka bayar pajak?

Posted by omgemblung on 24 December 2008

Om gemblung sering mengamati kasus2 di media masa mengenai manipulasi pajak, artinya orang memanipulasi data2 keuangannya agar mereka membayar pajak dengan jumlah yang lebih kecil dari kewajiban sesungguhnya. Om jadi merenung kenapa orang tidak suka bayar pajak padahal tanpa pajak negara kita gak bakal bisa berjalan karena pajak merupakan 75-80 persen dari anggaran penerimaan kita

Alasan 1:  Tidak ada timbal balik secara langsung dengan pembayar pajak

Pajak lain dengan retribusi yang merupakan pembayaran atas sesuatu yang langsung dinikmati oleh pembayarannya, contoh retribusi seperti bayar listrik, air, telpon, iuran RT/RW. jika kita bayar retribusi seperti listrik otomatis rumah kita nyala terang, bisa nonton tv, dll. Bayar iuran RT/RW otomatis kita mendapat imbalan langsung berupa pembuangan sampah, dll. Sementara kalo bayar pajak seperti PBB, Pajak penghasilan kita sebagai pembayar pajak sama sekali tidak mendapatkan secara langsung imbalannya namun mendapatkan secara tidak langsung seperti pelayanan publik, perbaikan jalan,perbaikan infrastruktur , dll.

Alasan 2: Tidak ada perbedaan antara kita bayar pajak dengan tidak

tidak ada kebanggaan dari kita kalo kita bayar pajak gede, karena dari pemerintah juga tidak ada penghargaan langsung atas pembayaran pajak kita. menurut om seharusnya ada suatu preferent / kelebihan bagi para pembayar pajak yang besar sehingga mereka mendapatkan prioritas atau pelayanan yang VIP pada saat minta pelayanan publik seperti ngurus KTP/ sim/pelayanan publik lainnya. kayak yang di bank2 yang punya ruangan khusus bagi nasabah besar

Alasan 3: Tidak ada kepuasan waktu bayar pajak

Akan lain jika kita bayar pajak seperti kita nyumbang orang/ badan dimana ada kepuasan tersendiri menyaksikan orang/ badan yang kita berikan sumbangan menjadi lebih baik gara2 sumbangan kita. kita menyumbang orang yang sakit hingga dia bisa ke dokter dan beli obat lalu sembuh, menyumbang sekolah yang rusak hingga bisa diperbaiki dan dipakai untuk tempat belajar siswa yang tidak mampu, dll,dll. kegiatan menyumbang tersebut sangat memberikan kepusan bagi pemberi sumbangan maka jangan heran kalo didunia ini ada orang yang mewariskan semua hartanya ke suatu yayasan sosial atau mendirikan badan amal dengan dana pribadi.

cuman sayangnya pajak di negara kita tidak mengakui sumbangan tersebut sebagai pengurang pajak yang harus dibayar, padahal di negara2 maju , sumbangan merupakan pengurang pajak, itulah kenapa dinegara2 maju badan-2 amal berkembang pesat. sementara diindonesia sejak pak harto tumbang sudak tidak ada lagi (tinggal sedikit) yayasan2 amal yang memberikan bantuan kepada rakyatnya sendiri.

itu sedikit dari alasan2 kenapa orang indonesia susah bayar pajak

….menurut Om gemblung tentu saja

Posted in Goverment | 15 Comments »

Mengapa kualitas pendidikan kita makin lama makin rendah?

Posted by omgemblung on 23 December 2008

Om gemblung pernah denger cerita kalo jaman dulu / awal2 kemerdekaan , negara kita memiliki cendekiawan2 serta negarawan2 yang hebat2 seperti bung karno, bung hatta, sutan syahrir, agus salim, dll, begitu juga kualitas pegawai negeri/ guru2 kita begitu bagusnya sampai kita mengirim guru2 kita ke malaysia serta singapura untuk mengajar disana. tapi kalo melihat realita sekarang om gemblung jadi heran akan kualitas anak2 bangsa kita, politisi disenayan gak ada yang punya otak, aparat pemerintah juga parah, presiden ama menteri2 juga setali tiga uang parahnya, lalu kemana warisan kehebatan dari bung karno dkk???

Om gemblung melihat bahwa kualitas suatu bangsa merupakan buah dari pendidikan, om melihat kalo buruknya sistem pendidikan di indonesia menjadikan kita ini bangsa “tempe”, lalu kenapa sistem pendidikan kita jelek sekali?

1. Anggaran yang rendah

dengan anggaran yang begitu kecil untuk memberikan pendidikan bagi rakyat indonesia yang jumlahnya begitu banyak menyebabkan kualitas menurun, gedung2 sekolah mo rubuh, bocor, panas, bau, dll. bagaimana mungkin murid2 bisa belajar

anggaran yang kecil juga bikin guru gajinya kecil, akibatnya ada yang nyambi jadi kuli, tukang becak, tukang ojek, dll, bagaimana guru bisa ngajar kalo konsentrasinya bagaimana bisa makan hari ini? atau ngajar di banyak tempat sehingga banyak bolosnya akhirnya murid cuma disuruh menyalin catatan aja

Gaji kecil juga menyebabkan profesi guru yang begitu mulia hanya diminati oleh mereka yang “terbuang” artinya mereka yang tidak keterima di universitas dengan jurusan2 yang top seperti teknik, kedokteran, ekonomi, dll. jurusan keguruan hanya diambil oleh mereka yang dikelasnya terdahulu mungkin merupakan murid dengan peringkat/ rangking rendah, dengan kualitas guru yang seperti itu bagaimana mungkin muridnya akan cerdas???

2. sistem kurikulum yang tolol

sistem pendidikan kita masih sangat kuno dimana sistemnya adalah satu arah, guru ngajar murid ndengerin, seharusnya sudah kuno sistem seperti itu, murid seharusnya membaca/ belajar sendiri materinya,lalu dikelas dibahaslah apa yang telah dipelajari dengan diskusi/ latihan soal. cuman mungkin guru2 malas pake hal ini karena bikin capek mereka (guru2) maka pake cara yang paling gampang, guru membaca materi, murid disuruh menyimak, bahkan lebih parah, murid disuruh mencatat, guru pergi tidur ato ngerumpi di kantin sekolah

3. ujian nasional yang tolol

sebenarnya UN tidak buruk, bahkan diperlukan untuk mengetahui kualitas dari sekolah tersebut, tapi jangan dikaitkan dengan anggaran/ dana, jangan memberikan dana berdasarkan prosentase berapa yang lulus, akibatnya guru2 mati2-an mengupayakan tingkat kelulusan yang tinggi tanpa perduli gimana caranya. timbullah cara2 curang, guru merubah hasil ujian, guru membocorkan soal, guru memberikan jawaban soal pada waktu ujian, guru jadi joki ujian, dll, kalo mental gurunya aja udah bajingan gimana muridnya???

4. materi adalah tujuan utama

sekarang banyak universitas yang menyediakan jalur “khusus” , jalur yang diperoleh melalui berapa besarnya dana yang andamau sumbangkan, oke-lah jaman dulu juga ada tapi itupun hanya sebagian kecil, mungkin cuman 5%, kalo sekarang masya Allah, sebagian besar jalur khusus!!! lha bisa dibayangkan kalo yang bener2 pinter alias lulus ujian seleksi cuman sebagian kecil kualitas lulusannya kayak apa? makanya jangan heran kalo dokter2 kita cuman pinter ngresepin obat yang mahal2, bangunan2 kita banyak yang rusak sebelum waktunya lha insinyurnya goblok semua!

itu adalah sebagian alasan kenapa pendidikan kita makin payah, kita merupakan negara terbesar diasia tenggara tapi kualitas SDMnya paling parah, singapura en malaysia yang dulu kita kirimi guru malah sekarang jadi tujuan belajar bagi orang2 kita yang mampu

Mari kita jadikan profesi guru kembali mulia serta pendidikan kita maju seperti yang diinginkan oleh Ki Hajar Dewantoro

Posted in Goverment | 142 Comments »

Mengapa aparat negara banyak yang korupsi

Posted by omgemblung on 23 December 2008

Om gemblung mengamati mengapa aparat negara banyak yang korupsi, menurut om sebenarnya bukan hanya aparat negara yang korupsi, semua orang yang memiliki kekuasaan sera kesempatan jika tidak memiliki iman yang kuat paasti juga akan korupsi (kalo berani) cuman untuk sekarang om hanya akan membahas masalah aparat negara

Alasan kenapa mereka korupsi:

1. Kekuasaan/ wewenang yang besar yang tidak diimbangi oleh pengawasan sehingga menimbulkan kesempatan dalam kesempitan

contohnya kepolisian yang memiliki senjata serta bisa masukin orang ke penjara, jaksa, hakim

2. Kekuasaan/ wewenang yang besar yang tidak diimbangi oleh gaji yang memadai, sehingga mereka menyallah gunakan kekuasaan tersebut

3. tidak adanya karier yang jelas, karier hanya berdasarkan senioritas serta hubungan/koneksi

Hal ini kadang menimbulkan masalah karena orang bisa frustrasi gara2 gak naik2 pangkat padahal pangkat berhubungan ama gaji/ penghasilan, akhirnya mereka mengambil jalan pintas dengan korupsi

4. Tidak ada hubungan antara prestasi dengan penghasilan/ pangkat

ini yang sering terjadi sehingga kadang mereka berfikir buat apa berprestasi kalo gaji gak naik jadi mending prestasinya diubah untuk kepentingan pribadi

sementara ini aja dulu, ntar kalo ada alasan lain om gemblung akan update

Posted in Goverment | 10 Comments »

Mengapa kita harus percaya tentang adanya Tuhan

Posted by omgemblung on 21 December 2008

Om sebagai seorang muslim tentu kepercayaan kepada Allah adalah iman yang pertama, tapi sebagai seorang yang selalu menekankan akan logic/ nalar akan segala sesuatu maka Om akan memberikan 2 alasan (mungkin lain waktu akan diupdate) tentang mengapa kita harus percaya akan keberadaan Tuhan/ Allah sebagai pencipta kita, hal ini juga akan menyinggung tentang hari akhir/keberadaan surga neraka, keduanya berkaitan karena orang atheis (tidak percaya akan adanya Allah) juga tidak mempercayai adanya kehidupan setelah mati, mereka (orang atheis) beranggapan bahwa abis mati ya udah selesai begitu aja

Alasan 1: Konservatif

Artinya kita mencari aman, jadi kalo ada berita tentang adanya Allah serta Kehidupan setelah kematian (surga neraka) maka lebih baik kalo kita mempercayainya , kenapa? karena lebih aman untuk percaya daripada tidak percaya. kalopun ternyata tuhan/ surga neraka tidak ada , maka kita tidak akan rugi sama sekali dalam berbuat baik didunia, tapi kalo misalnya kita tidak percaya sehingga kita berbuat seenaknya didunia (tidak mematuhi perintah-Nya maupun melanggar Larangan-Nya) maka jika ternyata Allah/ surga neraka itu ada, maka kita akan rugi / menyesal sekali.

Alasan 2: Keadilan

Sering kali kita melihat bahwa banyak sekali orang2 yang menurut kita baik sekali perilaku maupun kepribadiannya, jujur, suka beramal, tidak pernah korupsi ato berbuat jahat kepada orang lain tapi hidup dalam kesusahan bahkan meninggal dalam keadaan hina, atau kita suka melihat ketidakadilan didunia dimana orang yang bekerja keras hidup dalam kemiskinan/ orang yang pintar sekali tapi gara2 kemiskinan gak bisa nerusin sekolah hingga akhirnya tetep miskin 7 turunan, ato pahlawan2 kita yang terbunuh dalam medan perang demi negara sementara keluarganya hidup dalam kemiskinan karena tidak diurusi oleh pemerintah

apabila tidak ada Allah serta tidak adanya kehidupan setelah kematian maka betapa malangnya nasib  orang2 diatas ,betapa ketidakadilan terlihat disini???

Semetara itu sering kita liat orang yang kaya raya gara2 maen curang dalam usaha, menipu, korupsi, Kolusi dll, mereka tetap kaya serta meninggal dengan cara yang baik, diantar ke kuburan oleh ribuan orang, dihormati walopun sudah tidak ada. ato orang yang mengaku2 pahlawan demi mendapatkan penghargaan padahal sama sekali tidak pernah berjuang, mati dengan upacara besar2-an serta dimakamkan di taman Makam Pahlawan, apakah ini adil??? tentu saja tidak, oleh karena itulah kita seharusnya mempercayai adanya Allah serta kehidupan setelah kematian (surga neraka), karena dengan begitu barulah fair/ adil, karena semua perbuatan kita , baik ato buruk,akan dibalas oleh Allah di akhirat kelak

itu baru dua alasan yang om ketahui, moga2 dikemudian hari bisa ditambah/ diperbaiki

Posted in Religi | 7 Comments »

Apakah hidup adalah suatu lingkaran setan?

Posted by omgemblung on 21 December 2008

ini adalah hasil pengamatan en pendapat dari Om Gemblung tentang kehidupan di dunia yang fana ini, om sering ngeliat kalo kita ini merupakan suatu produk dari orang tua kita, kalo orang tua kita kebetulan bermaterikan cukup/ kaya maka masa depan kita cerah karena dari kecil udah diberikan makanan yang bergizi sehingga otak serta tubuh kita optimal perkembangannya, pendidikan diberikan yang terbaik baik itu pendidikan agama/ rohani maupun pendidikan formal sehingga kita tumbuh menjadi manusia yang optimal juga baik kepribadian maupun ketrampilan yang ujung-ujungnyamenjadikan kita lebih mudah dapat pekerjaan yang baik, penghasilan yang layak bahkan jika kita bekerja keras kita bisa jadi kaya seperti orang tua kita. Kemudian kita bisa memutar siklus kita untuk anak cucu kita berikutnya

tapi kalo orang kita termasuk golongan ekonomi susah maka kita dapat menggambarkan siklus kita kebalikan dari siklus yang pertama, kita tidak cukup mendapat makanan yang bergizi waktu kecil akibatnya otak en tubuh kita pas-pasan aja, sekolah juga seadanya bahkan mungkin cuman lulus sd yang ujung-ujungnya dapat pekerjaan yng seadanya yng mengakibatkan kita juga bernasib seperti orangtua kita, dan siklus ini akan kita teruskan ke anak cucu kita

Apakah Allah tidak adil ?

kenapa yang miskin makin miskin, yang kaya juga makin kaya?

Apakah kita dilahirkan dengan takdir miskin?

Om berkeyakinan bahwa pertanyaan diatas jawabannya adalah TIDAK!

tapi kenapa orang miskin tetep aja miskin keturunannya  ato orang kaya keturunannya tetep kaya bahkan bisa makin kaya? menurut om itu berhubungan ama kepribadian serta pemahaman kita akan arti takdir

Kalo kita liat, orang yang kaya serta berpendidikan rata2 memiliki kepribadian yang optimis serta etos kerja/ semangat yang tinggi karena mereka sejak kecil telah mendapatkan pendidikan yang bagus serta contoh dari orang2 sekelilingnya, hal ini juga didukung oleh pendidikan agama yang baik sehingga mereka tidak pernah menyalahkan nasib jelek/takdir buruk/ Allah yang tidak adil

tapi kalo om liat dari orang2 yang kurang beruntung, mereka biasanya memiliki kepribadian yang kurang baik, etos kerja seenaknya dan kalo ada apa2 selalu menyalahkan suratan takdir

So, menurut om, janganlah kita wariskan harta dunia untuk anak kita tapi wariskanlah kekayaan batin ke anak kita karena dengan adanya kekayaan batin maka kekayaan dunia/ materi akan ngikut

so, ada komentar buat pendapat dari Om Gemblung ini

Posted in Religi | 3 Comments »